UPAYA PENANGGULANGAN KEMISKINAN

  1. Pendahuluan

Salah satu penghambat pembangunan ekonomi adalah kemiskinan. Kemiskinan merupakan tolak ukur bagi sebuah negara apakah pembangunan yang tengah berlangsung dapat dinikmati oleh segenap warga negaranya tanpa memandang hal-hal yang bersifat atributif. Dengan kata lain, pembangunan yang berlangsung benar-benar merata dalam masyarakat.

Kemiskinan bukan sesuatu yang berdiri sendiri, sebab ia merupakan akibat dari tidak tercapainya pembangunan ekonomi yang berlangsung. Dalam hal ini, kemiskinan akan makin bertambah seiring tidak terjadinya pemerataan pembangunan. Pada tahun 2005 jumlah rakyat miskin mencapai 35,1 juta jiwa (15,97 persen) dan meningkat menjadi 39,05 juta jiwa (17,75 persen) pada tahun 2006 jumlah penduduk miskin meningkat 3,95 juta jiwa.

Pada tahun 2007 jumlah penduduk miskin diperkirakan masih cukup besar dibandingkan jumlahnya sebelum tahun 2006. Semestara itu dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RP JMN) Tahun 2004-2009 Pemerintah telah mempunyai sasaran mengurangi jumlah penduduk miskin pada tahun 2009 hingga mencapai 8,2 persen. Dengan demikian, pemerintah membutuhkan upaya yang sangat besar untuk mencapai sasaran tersebut. Oleh karena itu, pada tahun 2008 pemerintah akan melakukan peningkatan efektivitas penanggulangan kemiskinan.

 

  1. Penyebab Kemiskinan (Potret Pembangunan di Indonesia)

Permasalahan masih besarnya penduduk miskin di Indonesia disebabkan oleh beberapa hal antara lain:

  1. Pemerataan pembangunan belum menyebar secara merata terutama di daerah pedesaan.
  2. Masyarakat miskin belum mampu menjangkau pelayanan dan fasilitas dasar seperti pendidikan, kesehatan, air minum dan sanitasi, serta transportasi
  3. Harga bahan pokok terutama beras cenderung berfluktuasi sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat miskin.

Kondisi terakhir, dimana dunia sedang di landa dua krisis besar yakni krisis pangan dan krisis energy, juga turut mempengaruhi lonjakan jumlah rakyat miskin. Dipasar ASEAN harga beras dengan kualitas patahan sebesar 25% pada tahun 2007 adalah sebesar 330 dollar AS per ton. Pada bulan maret kemaret sudah sampai level 500 dollar AS ton. Harga besar Vietnam dengan kualitas patahan 5% dollar AS per ton. Sedangkan patahan 10% mencapai 540 dollar AS per ton. Sementara di India harga beras dengan patahan 5% menembus level 650 dollar AS per ton. Di Argentina harga beras dengan patahan 10% sebesar 625 dollar AS per ton. Sedangkan di Uruguay mencapai 630 dollar AS per ton. Kualitas beras medium di pasar Asia rata-rata mengalami kenaikan sebesar 52%.

  1. Program Penanggulangan Kemiskinan

Beberapa program yang tengah digalakkan oleh pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan antara lain dengan memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan. Focus program tersebut meliputi 5 hal antara lain:

 

  1. Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok

Focus program ini bertujuan menjamin daya beli masyarakat miskin/keluarga miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok terutama beras dan kebutuhan pokok utama selain beras.

Program yang berkaitan dengan focus ini seperti :

–          Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton

–          Stabilisasi/kepastian harga komoditas primer

  1. Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin

Focus program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin.

Beberapa program yang berkenaan dengan focus ini antara lain :

–          Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan pruduktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional

–          Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/ Koperasi Simpan Pinjam (KPS)

–          Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usha mikro

–          Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal

–          Fasilitas sarana dan prasarana usaha mikro

–          Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir

–          Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.

  1. Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat

Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan focus ketiga ini antara lain :

–          Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan

–          Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah

–          Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus

–          Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat

  1. Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar

Focus program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan focus ini antara lain :

–          Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin pada jenjang pendidikan dasar di Sekolah Dasar (SD)/ Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP)/ Madrasah Tsanawiyah (MTs)

–          Beasiswa siswa miskin jenjang (SMA/SMK/MA)

–          Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi

–          Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin secara Cuma-Cuma di kelas III rumah sakit

  1. Membangun dan menyempurnakan system perlindungan social bagi masyarakat miskin

Focus ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan social dan ekonomi. Program teknis yang dibuat oleh pemerintah seperti :

–          Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) dan anak (PUA)

–          Pemberdayaan social keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil dan penyandang masalah kesejahteraan social lainnya.

–          Bantuan social untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana social dll.

Kesimpulan :

                Menurut pendapat saya, program pemerintah untuk menanggulangi masalah kemiskinan belum bisa terlaksana sepenuhnya. Contohnya dibidang kesehatan, pemerintah mengeluarkan bantuan untuk masyarakat miskin dengan cara menggratiskan biaya pengobatan namun pada kenyataannya program itu tidak terlaksana dengan baik. Proses pelayanan yang tidak sepenuh hati dari pihak rumah sakit membuat para pasien kesulitan untuk memenuhi syarat yang dibutuhkan. Sudah banyak contoh kasus pasien miskin yang terlantar karena pelayanan yang kurang baik.

Sumber :

http://www.beritakompas.com/

http://marx83.wordpress.com/2008/07/05/upaya-penanggulangan-kemiskinan/

                     

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s